Kamis, 16 Februari 2012

Antara Kedewasaan dan Hukum Sinergi

Apa kabar Sahabat Blogger? Semoga masih tetap dalam keadaan sehat dan penuh berkah yow..
Kali ini saya akan sedikit sharing tentang apa yang telah saya dapatkan dari DPA(Dosen Pembimbing Akademik) saya

Beberapa minggu yang lalu, saya bersama teman-teman kuliah mendapat kuliah tambahan dari DPA kami, Prof. Dr. Bambang Widagdo, M.M. Kuliah kali ini memang tidak masuk dalam materi dan bukan termasuk mata kuliah yang kamu tempuh pada semester kali ini. Pak Bambang memang ingin memberi mata kuliah kepada mahasiswa bimbingannya kali ini. Kemudian Pak Bambang meminta saya selaku ketua tingkat untuk mencari jam dan ruangan hari itu juga. Beliau bukan dosen pengajar kami. Itu sebabnya kami harus mencari jam dan ruangan kosong terlebih dahulu.

Kami sudah dapat jam kosong yang pada waktu itu memang tidak ada kuliah, yaitu jam 16.00. Lalu kami mencoba mencari jam dan ruangan kosong, mencari informasi ke TU di mana ada ruangan yang bisa dipakai. Akhirnya dapat juga di ruang 06 lantai 2 GKB II. Sesuai permintaan Pak Bambang, kami segera menginformasikan jam dan ruangan via SMS. Dan akhirnya kami semua dan beliau ke tempat itu pada waktu dan tempat yang telah disediakan(loh, jadi kayak MC ini. hehe)

Kuliahpun dimulai...

Materi yang akan disampaikan adalah tentang kunci keberhasilan. Bagaimana cara agar kita berhasil dalam mencapai sebuah tujuan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ini adalah materi yang biasa disampaikan beliau ketika seminar, tapi kali ini spesial buat mahasiswa bimbingannya(setidaknya begitu kata beliau. hehe). Kata Pak Bambang, materi ini tidak akan cukup jika disampaikan satu atau dua jam. Untuk itu, hanya sebagian yang akan beliau sampaikan, yaitu tentang kedewasaan. Sisanya akan disampaikan di lain waktu.

Berikut yang saya tangkap dan saya ringkas dari materi selama dua jam dari Pak Bambang;

Ada tiga paradigma yang menyangkut kedewasaan manusia. Yaitu "Paradigma Kamu", "Paradigma Aku", dan "Paradigma Kita".

Kita mulai dari yang pertama, yaitu "Paradigma Kamu". Orang yang mempunyai "Paradigma Kamu" adalah orang yang cenderung menyalahkan faktor lain seperti orang lain, keadaan, dan sebagainya. Dia merasa selalu di posisi yang benar. contoh saja ketika mendapat nilai C atau bahkan mungkin D pada suatu mata kuliah, maka yang pertama disalahkan adalah dosen mata kuliah tersebut. Orang yang seperti ini adalah orang dengan kedewasaan yang paling buruk. Dia tidak bisa belajar dari kesalahan karena tidak pernah merasa salah.

Berikutnya adalah "Paradigma Aku". Orang yang mempunyai "Paradigma Aku" digolongkan sebagai seorang yang mandiri dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Jika dia gagal, dia tidak akan menyalahkan faktor lain karena dia merasa memang dialah yang tidak bisa melakukan hal tersebut. Orang seperti ini akan selalu berusaha beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat dia berada. Contohnya adalah ketika mendapat dosen ngiller. eh, killer maksudnya. haha.. dia akan berusaha menyesuaikan diri dengan metode mengajar dosen tersebut tanpa mengeluh. Dia berpikir, dialah yang akan rugi ketika dia tidak mendapatkan apa-apa hanya karena selalu menyalahkan dosen pengajar. Ketika dia mendapat nilai C atau D, dia akan menyalahkan dirinya yang tidak bisa menyesuaikan diri dan akan berusaha memperbaiki. Orang seperti ini lebih dewasa, tapi tidak cukup dewasa karena masih memiliki sifat egosentris. Apa sih egosentris? Googling aja kalo mau tau. haha

Yang terakhir adalah "Paradigma Kita". Orang yang mempunyai "Paradigma Kita" tidak jauh beda dengan orang yang mempunyai "Pradigma Aku". Bedanya adalah, dia mempunyai humanitas yang tinggi. Artinya dia tidak akan mengabaikan orang lain dalam segala hal. Jika mengerjakan sesuatu, dia akan lebih memilih mengerjakan bersama(kecuali kalo ngerjain UAS loh ya! hehe).  Dia tidak mementingkan diri sendiri dan cenderung mengalah. Contoh saja ketika dia mengerjakan tugas kelompok. Dia merasa bisa, tetapi tetap akan melibatkan teman kelompoknya untuk ikut mengerjakan walaupun dia tahu kalau dia mampu meengerjakan lebih baik daripada temannya. Dia berharap temannya tadi juga akan menjadi bisa seperti dirinya dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Orang seperti ini adalah orang dengan kedewasaan yang paling baik, sebagaimana dicantumkan dalam sebuah hadits,"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain"(sudah sok ndalil sekarang. hehe)

Lalu apa hubungannya dengan hukum sinergi?

Jika dalam hukum matematis 1 + 1 = 2, maka dalam hukum sinergi 1 + 1 = 3 atau 4 dan bahkan lebih dari itu. Ini kerat kaitannya dengan "Paradigma Kita". Maksudnya adalah ketika kita melakukan sendiri-sendiri masing-masing orang menghasilkan satu, maka dengan melakukannya bersama maka akan menghasilkan lebih dari satu tiap orangnya. Itulah yang dimaksud dengan hukum sinergi.

Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kedewasaan adalah dasar dari hukum sinergi.
Pertanyaannya adalah, sudahkah kita dewasa sehingga memungkinkan untuk memberlakukan hukum sinergi tersebut? Jawabannya adalah kalian sendiri yang tahu. Silahkan direnungkan. hehe

Cukup itu saja posting saya kali ini. Semoga dari tulisan njlimet(istilah bahasa jawa yang artinya membingungkan) ini dapat memberi manfaat bagi temen-temen blogger sekalian.
Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan samapai ketemu lagi di posting selanjutnya.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto saya
A simple younger with the amazing experiences. You will find many thing that you didn't know here.

Followers