NIM : 2011101******
Fakultas : Ekonomi Bisnis
Jurusan : Manajemen
Usaha ternak kelinci hias adalah usaha dengan modal kecil. Dengan modal minimal lima ratus ribu rupiah, kita sudah bisa memulai usaha ini. Usaha ini juga tidak membutuhkan keahlian khusus, hanya perlu ketelatenan saja.Bentuk kelinci yang lucu dan menggemaskan membuat banyak orang ingin merawat hewan ini. Itu sebabnya kelinci menjadi salah satu hewan peliharaan favorit selain kucing dan anjing. Ini bisa menjadi peluang usaha yang cukup menjajikan bagi wirausahawan dengan modal kecil.
Untuk makanan kelinci juga tidak susah untuk pendapatkannya. Kelinci bisa memakan dedaunan seperti rumput atau kangkung. Atau bisa juga memakan sayur-sayuran yang sudah layu. Dan untuk kandangnya juga tidak terlalu sulit untuk membuatnya.
Dengan modal limaratus ribu rupiah kita bisa membeli delapan indukan kelinci lokal beserta kandangnya. Yaitu dua pejantan dan enam betina. Masing-masing pejantan dipasangkan dengan tiga betina. Satu kelinci betina dapat melahirkan hingga 13 atau 14 bayi kelinci yang bisa dijual setalah berumur sekitar 2,5 bulan dengan harga limapuluh ribu rupiah perekor. Paling sedikit, satu kelinci betina bisa melahirkan 5 atau 6 ekor bayi kelinci. Indukan kelinci bisa hamil kembali dalam jangka waktu satu hingga dua bulan.
Dengan demikian, peternak kelinci dapat memperoleh keuntungan hingga lebih dari satu juta tiap bulannya dalam jangka waktu satu tahun. Dan bisa berkembang lebih besar lagi tergantung keuletan dari peternak tersebut. Bahkan dalam jangka waktu beberapa tahun kemudian, peternak bisa mencapai keuntungan hingga lebih dari lima juta tiap bulannya jika peternak bisa ulet.
Namun berternak kelinci juga mempunyai kendala. Berikut adalah beberapa kendala beternak kelinci;
Yang paling sering muncul adalah penyakit. Kelinci mudah sekali terkena koreng. Ini disebabkan kebersihan kandang yang kurang. Jadi kandang harus rajin dibersihkan, minimal sehari sekali. Selain koreng, kelinci juga sering terserang diare. Ini disebabkan oleh makanan yang salah. Kelinci akan diare jika rumput atau sayur yang dimakan masih terlalu segar. Makanan yang sedikit layu justru baik untuk pencernaan kelinci. Jadi jika makanan masih terlalu segar, sebaiknya dijemur sebentar hingga layu. Penyakit kembung juga sering muncul jika kelinci terkena angin atau hujan.
Kendala yang lain dalah masalah pemasaran. Seorang peternak kelinci harus jeli mendistribusikan kelinci hasil ternaknya agar pendapatan tetap stabil. Di sini dibutuhkan banyak koneksi dan relasi. Kelinci hias dapat didistribusikan ke kota-kota yang ramai dikunjungi para wisatawan.
Selain itu, peternak juga harus rajin menambah wawasan tentang kelinci, untuk memperlancar perkembangbiakan kelinci tersebut. Peternak juga harus rajin memantau daerah-daerah yang dimana daerah tersebut terdapat banyak peminat kelinci hias.
Selain ternak kelinci hias, sebenarnya ternak kelinci pedaging juga bisa dijadikan pilihan. Hanya saja sampai saat ini, ternak kelinci hias mempunyai prospek yang lebih baik, karena peminat kelinci hias lebih banyak.
Alasan memilih bisnis ini adalah karena biayanya murah dan pengolahannya yang cukup mudah. Selain itu prospeknya juga cukup bagus dan mudah dikembangkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar