Assalamualaikum Kicko's Buddies.. Apa kabar? Baik donk pastinya! Amin walhamdulillah..
Jadi gini..(wah, bahasanya jadi sok yes! hehe) kemaren itu saya ke rumah sakit di daerah Lamongan kota sama si Joko(motor kesayangan saya sejak SMP sampai sekarang). Pas pulangnya, di tengah jalan mampir dulu ke minimarket buat beli Trop*cana Sl*m. Setelah dapat barangnya, bayar ke kasir lalu jalan menghampiri si Joko yang saya parkir agak di seberang jalan.
Jadi gini..(wah, bahasanya jadi sok yes! hehe) kemaren itu saya ke rumah sakit di daerah Lamongan kota sama si Joko(motor kesayangan saya sejak SMP sampai sekarang). Pas pulangnya, di tengah jalan mampir dulu ke minimarket buat beli Trop*cana Sl*m. Setelah dapat barangnya, bayar ke kasir lalu jalan menghampiri si Joko yang saya parkir agak di seberang jalan.
Ketika saya jalan kaki menghampiri si Joko, ada dua pria berbadan tinggi besar pakai jaket kulit hitam mendekati saya. Di pikiran saya, "Waduh, jangan-jangan ini polisi lagi operasi orang cakep"(nah loh, ngaco! hehe). Setelah sampai di depan saya, dua pria tersebut saling bersahutan berkata,"Ojek mas? Mau ke mana mas? Ayo mas sebelah sini!" Dengan sedikit senyum saya tunjukkan kunci si Joko dan memperjelas,"maaf pak, saya bawa motor." Saya menunjukkan kunci motor agar tidak disangka cuma alasan biar dapat ojek lain. Yah, menghindari suudhon-lah.. Tahu saya bawa motor sendiri, mereka lalu berlarian mencari penumpang lain. Saya-pun menghampiri si Joko dan langsung bergegas pulang.Dalam perjalanan pulang,saya teringat tukang ojek tadi. Kalau seharian tidak dapat penumpang, mau dikasih makan apa keluarganya? Saya jadi ingat bapak. Dalam angan-angan saya berpikir,"Bapak kalau kerja pasti capek. Apalagi kalau kerja sampai malam. Secara bapak pekerja lapangan. Kalau saya butuh uang sedangkan bapak lagi nggak pegang uang bagaimana ya?" Semua pertanyaan muncul begitu saja dalam pikiran saya.
Sebenarnya itu bukan kali pertama saya dikerumuni tukang ojek. Saya sering sekali mengalami hal serupa setiap turun dari bus. Yah, maklum lah.. kalau tidak begitu ya nggak bakal dapat penumpang. Berlarian dan berlomba membujuk penumpang, itulah rutinitas mereka sehari-hari. Demi menafkahi keluarga mereka, demi menyekolahkan anak-anak mereka, mereka rela panas-panasan, hujan-hujanan, makan dan minum hanya kalau sempat. Dan semua itu mereka jalani dengan ikhlas. Mereka hanya berharap keluarga mereka terpenuhi semua kebutuhannya. Benar-benar mulia bapak-bapak tukang ojek itu.
Nah, buat Kicko's Buddies yang punya ayah tukang ojek, tukang becak, supir angkot dan lain-lain, jangan malu ya! Malah kalian harusnya bangga punya ayah pekerja keras yang dengan ikhlas berjuang demi keluarga kalian. Bapak saya juga pekerja lapangan, dan saya sangat bangga dengan beliau. Di mata saya, beliau adalah bapak terbaik.
Itu saja, semoga bermanfaat.. :)
Wassalamualaikum..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar